Teknik Memanah Jemparingan

Teknik memanah jemparingan Mataraman dan jemparingan target

.
.

Sekilas tentang Jemparingan Targetan : ๐ŸŽฏ๐ŸŽฏ๐ŸŽฏ


adalah jenis olahraga panahan yang berkembang SETELAH Gusti Pakualam ke-VIII mendirikan PERPANI (Persatuan Panahan Indonesia) pada: 12 Juli 1953; dan MARDISORO (klub olahraga Kadipaten Puro Pakualaman, Yogyakarta) di tahun yang sama. 

Waktu itu, masyarakat Jawa dan klub-klub pada umumnya masih memanah dengan gaya busur yang dipegang secara horisontal.

Admin sedang belajar jemparingan dg busur kuno, milik ayah dari Kakung Popop, SIPAS, yg dipakai bertanding saat PON ke-I di Sala.


Pada PON ke- I / 1948 di Solo - PON ke-II / 1951 di Jakarta - PON - III / 1953 di Medan, dan PON ke- IV / 1957 di Makasar, panahan hanya memperlombakan Ronde Tradisional, yaitu ronde duduk, dengan hanya satu jarak 30 meter, dengan 48 tambahan @ 4 anak panah, dan dengan sasaran bulatan, dengan hanya dibagi tiga bagian saja.

Ronde Tradisional PERPANI (kala itu) dilakukan dengan gaya duduk dan 
instinctive

Jemparingan Targetan merupakan 'kombinasi' antara panahan-modern (jemparingan gagrag PERPANI) - atau yang sekarang dikenal sebagai rounde standarbow - memanah sambil berdiri dengan target panah Target face (lingkaran berwarna, dg nilai : 10 s/d 1) ๐ŸŽฏ, dengan Jemparingan Mataram (gaya 'lama' dari) Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang memanah dalam posisi duduk-bersila, dengan peralatan memanah dari bahan alami : kayu (&) bambu.


Ronde tradisional / Panahan-tradisional PERPANI Kota Yogyakarta; atau Jemparingan targetan


***

Jemparingan Mataraman
(bukan Jemparingan Mataram) :



Sejarah jemparingan-mataraman baru dimulai SETELAH jemparingan Targetan. 
Hal ini erat hubungannya dengan sejarah di Karaton Yogyakarta dan Kadipaten Puro Pakualaman.



Jemparingan MATARAMAN mirip-sekali dengan jemparingan targetan

 ๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน

Busur dan anak-panahnya sama - saya biasa memakai peralatan yang sama untuk tanding di PERPANI maupun gladhen jemparingan Mataraman - yang membeda-kan adalah, bentuk target sasarannya menggunakan wong-wongan (boneka jerami berbentuk silinder, berukuran 3 cm X 30 cm). DAN ... bajunya :D

Awalnya, pemain jemparingan-mataraman juga hanya memakai bantalan target dari Ronde Tradisional yang diberi wong-wongan (masyarakat luar karaton menyebutnya : bandhul).

Seiring waktu, berkembang inovasi, diberi backstop berupa gรชdhรจg (tripleks dari anyaman bambu), lalu spon-ati sampai sekarang.

Tali atau kawat untuk menggantung wong-wongan (atau istilah di luar kraton: bandhul) mulai ditambah klinthing / lonceng di bagian samping atau bawahnya, supaya kalau ada jemparing yang mencok mengenai badhul akan berbunyi.

Untuk jemparingan malam hari, terkadang di atas bandhul dipasangi phospor kecil supaya bisa agak kelihatan. Ini  semua berawal di dulur-dulur LANGENASTRO, klub panahan di kampung Kraton, Yogyakarta yang pemanah-pemanahnya juga hobby : mancing.

Selain itu, untuk (lebih) membedakan dengan panahan-targetan PERPANI, mulai disosialisasikan pemakaian busana tradisional, supaya identitas tradisionalnya lebih menonjol.

Bpk. Kris-panahan - Jemparingan-mataraman di YA-QOWIYYU, Jatinom Klaten.



***

Belajar Panahan untuk PEMULA



Jenis panahan yang akan kita pelajari di postingan ini adalah jemparingan-mataraman atau bandhulan.

STANCE (posisi awal) :

Jemparingan-mataraman memanah dalam posisi duduk bersila.

Posisi duduk yang nyaman dan stabil sangat menentukan efektivitas yang akan kita capai.

Kalau bermain bandhulan, duduk ngasal lalu nge-cul (release) 4 jemparing ... hasilnya nyebar kemana-mana, asal 1 anak-panah mencok di bandhul ... bisa podium.

Tapi kalau panahan Targetan, posisi duduk yang BENAR, bukan hanya pantat tapi juga seluruh paha nempel di tanah / nge-ground akan membuat kuda-kuda kita lebih bakoh / kuat (lebih jelasnya, lihat posisi lutut di video di awal postingan ini ya, geiss).

Sama seperti panahan-modern (berdiri), stance jemparingan umumnya juga ada 3 :
- SQUARE : (dulu saya mengistilahkannya : kalang-kinanthang, mengikuti nama dalam tari Mataram, yaitu duduk posisi 90 derajat, bandhul ada di sisi samping pemanah)
- OPEN : duduk 45derajat menghadap ke target bandhul. Biasanya kita pakai untuk teman-teman yang sering kejepret tangannya. Dengan memanah posisi Open, sudut yg terbentuk antara busur - bahu kiri - dan jari kanan menjadi lebih lebar, resiko tangan kiri kejepret sendheng (string tali busur) jadi lebih berkurang; dan
- CLOSE : posisi 45derajat (agak) memunggungi target bandhul. Saya sendiri nyaman dengan posisi memanah ini ... kalau lagi serius ngejar podium :D  


Kakung Popop dulu pernah ngendiko :
"Klo jemparingan kita tidak harus menang; tapi kalau targetan ... kita tidak boleh kalah / ngalah
".  

Saya sich, IYES mawon, 'Kung ! :)

# MEMILIH BUSUR untuk Pemula :

1. Usahakan berlatih menggunakan busur yang tarikannya ringan.
1. - Hal ini PENTING kalau ingin memperoleh skill atau teknik memanah yang benar. 
1. - Busur dengan terikan berat MERUSAK teknik anda : narik tali busur belum maksimal, anchoring belum nempel pipi ... sudah keburu CULL karena terlalu berat.

# MEMILIH JEMPARING untuk Pemula :

Dalam jemparingan, anak-panah secara sederhana ada 2 jenis :
- engkel : 1 bilah bambu diserut atau dibubut menjadi 1 batang jemparing; dan 
- gaplok : 2 atau lebih bambu disatukan, lalu diserut jadi 1 batang anak-panah.

Untuk pemula, pilih jemparing yang engkel dulu saja, ukuran 70 atau 72 cm. kalau anak-anak / remaja bisa pilih yang panjang 68cm. Agak kepanjangan memang, tapi kalau patah (misal panah nabrak tembok), masih bisa dipasangi bedor mata panah lagi, aman buat latihan lagi.

Harganya lebih terjangkau, sekitar 350 s/d 500 ribu per lusin.
 
Kalau dana memungkinkan, biasakan membeli langsung 1 lusin jemparing atau lebih. Pilih yang kalau dipanahkan hasilnya bisa nglumpuk (grouping), lalu sisihkan untuk dipakai saat lomba / gladhen.

Sisa jemparing lainnya yg mencoknya nyebar-nyamping, atas-bawah ... bisa dipakai untuk latihan release harian.

# MEMILIH JARAK untuk Pemula :

Jangan terburu-buru berlatih memanah jarak 30m atau lebih. Pilihlah jarak aman sekitar 10m atau 15m saja. Dan usahakan tidak berlatih dengan nge-cul anak-panah lokasi di dalam rumah, yaa !

Detail latihannya bisa disimak di video saya
dibagian atas postingan ini.

Jarak latihan 10-15m membuat latihan lebih aman (meminimalisir resiko anak-panah memantul-balik mengenai pemanah). Ideal untuk melatih membidik fokus ke 1 titik (paku-payung), dan waktu tidak banyak terbuang untuk jalan bolak-balik antara shooting-line dg bandul..

Untuk Pemula (dan tingkat-lanjut juga, sich) yang sangat dibutuhkan adalah kuantitas banyaknya nge-cul / release anak-panah - bukan banyaknya jalan mondar-mandir ! Tentunya dengan teknik yang benar. 

Dan bagi yang sudah tahu cara berlatih nafas, itu lebih bagus lagi


BACA : Cara Bermain Jemparingan u/ PEMULA

BACA :  Cara memanah jemparingan TINGKAT-LANJUT


Postingan populer dari blog ini

Cara Memanah Jemparingan

Istilah kata "Jemparingan" yg TIDAK-BANYAK Diketahui Orang ...