Istilah kata "Jemparingan" yg TIDAK-BANYAK Diketahui Orang ...

Hai Sobat, pernah dengar yang namanya dolanan JEMPARINGAN? Itu lho, permainan panahan-tradisional yang dimainkan dengan duduk-bersila, sambil mengenakan busana adat Jawa, dan sasarannya berupa bandul. Atau malah ada yang belum-pernah dengar? 

Ayah Kris bermain jemparingan


# Jemparingan APA ?

Menurut kebanyakan orang yang 'sukanya' googling, KATANYA : jemparingan berasal dari kata "jemparing", yang artinya anak-panah. Tapi benarkah demikian?

TERNYATA, setelah pak Kris-PANAHAN tanya ke :
- para Penjemparing yg sudah sepuh-sepuh (tua)
- ke kraton Yogyakarta sebagai cikal-bakal jemparingan yang lagi-viral sekarang; maupun
- menggali di perpustakaan dan museum

... ternyata jemparingan tidak-sesimpel itu lho artinya :D

belajar sejarah jemparingan di Kraton Jogja

Saat sowan (datang) ke kraton Yogyakarta, tepatnya di Tepas DWARA PURA, saya mendapat banyak wucalan / pengajaran, dari KRT. H. Jatiningrat, SH, KRT. Wijoyo Pamungkas, KRT. Joyo Dipuro, dan para kangjeng yang lain bahwa :
Jemparingan sebenarnya berasal dari kata : "panah" atau "panahan". 

Panahan sendiri berasal dari kata panah, atau manah, yang berarti "HATI" atau 'roso'.  


Di kisah pewayangan ada lakon / kisah : Srikandi meguru MANAH (Dewi Srikandi belajar panahan). Seperti apa kisahnya, bisa di googling di internet, koq.

KARENA panahan atau (disebut juga) jemparingan bisa berarti : hati / roso, maka tidak mengherankan ... kalau simbah-simbah kita jaman dahulu CARA memanahnya dengan menggunakan feeling / roso : mengincar sasaran BUKAN dengan diincar dengan menggunakan mata-jasmani, melainkan dengan mata-hati. (istilah bahasa Inggrisnya : Instinctive Archery)


Jemparingan adalah bahasa kromo-inggil (bahasa Jawa halus) dari kata "panahan".

Jemparingan = Panahan
.

# Maksudnya bagaimana, sich ?

Teman-teman, istilah 'jemparingan' baru viral pada era Jawa BARU (Mataram Islam). Seperti kita tahu, didalam bahasa Jawa Baru ada beberapa tingkatan saat kita berbicara, menyesuaikan dengan siapa kita sedang berbicara :

  • Kromo-inggil : bahasa Jawa (paling) halus.
    adalah bahasa jawa yg kita pakai untuk berbicara kepada orang-tua atau orang yg kita hormati.
    Contohnya : jemparing / jemparingan.

  • Kromo-madyo (bahasa Jawa tengahan).
    adalah bahasa jawa yang kita pakai untuk berbicara dengan orang yg sederajat / seumuran. Bisa juga berarti : bahasa jawa yang tidak terlalu kasar ataupun halus. Umumnya digunakan untuk berbicara kepada orang yang belum kita kenal.
    Contoh : panahan / panah

  • Ngoko (bahasa jawa)
    dipakai untuk percakapan sehari-hari antar teman; atau orang dengan status lebih tinggi kepada orang yg statusnya lebih rendah/muda; misalnya dari orang tua ke anaknya.
    Contoh : panahan / panah


DAN ... seperti contoh kita di atas, baik di Kraton maupun masyarakat Umum 'normal'nya menyebut : panah atau manah, dan BUKAN : Srikandi meguru jemparingan  :D


# Sejarahnya BAGAIMANA ?


Seperti sudah kita singgung di atas: istilah 'jemparingan' baru viral di era Jawa Baru. 

Kata 'jemparingan' dipakai didalam percakapan formal kepada pejabat kraton, atau dalam penulisan sastra Jawa Baru untuk menyebutkan kata 'panahan' dengan lebih sopan / hormat.

jemparingan dalam sastra jawa baru

# Jenis menurut CARA MEMANAH-nya :

PA VIII sedang bermain jemparingan


.bersambung ...

Postingan populer dari blog ini

Cara Memanah Jemparingan

Teknik Memanah Jemparingan