Dolanan anak tradisional - JEMPARINGAN

Dolanan anak tradisional.


Yogyakarta memiliki banyak-ragam permainan dolanan anak. Salah-satunya adalah panahan gaya Kraton Jogja, geiss.

Untuk diketahui, permainan panahan-tradisional itu ada banyak modelnya, lho. 

Nah, yang mau kita bahas kali ini adalah dolanan panahan yang biasa dimainkan anak-anak di kampung Kemandungan, di dalam komplek kraton Yogyakarta.

Anak-anak di kampung Kemandungan menyebutnya: Jemparingan Mataraman. 
Dan ... karena cara memanah-nya merupakan warisan raja Yogya yang pertama : Sri Sultan Hamengku Buwono ke-1, maka disebutnya : jemparingan Mataraman gaya (gagrag) Kraton Yogyakarta.

# Kemandungan :

Kampung Kemandungan letaknya ada di dalam komplek Kraton Jogja, berasal dari nama bangunan TERTUA di kraton, yaitu : Kagungan Dalem Bangsal Kemandungan.


Nah, bangunan di belakang kami itulah yang disebut KD. Bangsal Kemandungan
Untuk tahu lokasinya, silahkan KLIK foto di atas ya, teman-teman, nanti langsung terhubung ke google maps.

Oh iya, kami rutin bermain dolanan jemparingan Mataram tiap Sabtu dan Minggu-sore. Semua yang ingin ikutan main boleh koq datang, ech bukan-bukan ... kalau kita ke kraton, bilangnya : marak-sowan ya, teman-teman.

Semua boleh ikutan dolanan : laki-laki, perempuan, tua-muda, masyarakat Umum ... sekarang semua BOLEH !

Dan, kalau mau marak sowan, pakaiannya yang bebas-sopan ya teman.  Asyiknya sich pakai kaos dan celana olahraga saja. Bebas !

Oh iya, kami sering ditanya juga nich
"Khan kita dolanan-anaknya di kraton, koq tidak boleh memakai blangkon, atau pakai jarik seperti panahan jemparingan di luaran sana?"

Nah, gini nich pesan Kanjeng Joyo Dipuro, pengurus Paguyuban jemparingan "GANDHEWA MATARAM" dari karaton Ngayogyakarta Hadiningrat : Karena lokasi bermain olahraga panahan kita di dalam komplek kraton (Kemandungan), tentunya ada paugeran yang harus kita jaga bersama.
.

# Pakaian Dolanan Panahan di Kemandungan. 

Seperti sudah kita singgung sedikit di atas, halaman KD. Bangsal Kemandungan letaknya di dalam komplek kraton Jogja, tepatnya : di utara bangunan Sasana Hinggil Dwi Abad, alun-alun Selatan, Yogyakarta.

Di dalam karaton, umumnya pakaian tradisional yang dikenakan adalah : baju pranakan telupat, bawahnya mengenakan kain-panjang atau istilahnya nyamping, motif batik Ngayogjan. Dan, di kepala memakai iket / destar model kupu-tarung. Inilah pakaian untuk pria, saat sowan ke kraton.

Sedangkan untuk wanita, bila ingin marak ke karaton atau dolanan jemparingan dengan mengenakan busana tradisional, memakai : baju kebaya-tangkap (model kartini) tanpa kutubaru, warna hitam. Bawahannya nyamping Ngayogjan, dengan rambut disanggul ukel-tekuk.

Nah, kalau di luar karaton orang biasa memanah dengan baju surjan ... di dalam karaton, yang boleh memakai surjan hanya Ngarsa Dalem Sultan.

Boleh-tidak, yaa :
bawahannya pakaian-olahraga, atasnya pakai blangkon? 
Atau bawahannya: pakai jarik - atasannya: kaos ? 

.
Jangan ya, teman-teman !

Sampai sekarang, jemparingan Mataram gaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini statusnya adalah : Kagungan Dalem, warisan Sri Sultan kaping sepisan ( ke-1).
,



Dan sampai sekarang juga, para Kanjeng dan abdi-dalem tetap setia mempertahankan tradisi budaya Ngayogyakarta Hadiningrat ini, dengan berlatih panahan di Kagungan Dalem Bangsal Kemandungan.

Sungguh tidak pantas khan, kalau ada yang entah sengaja atau karena tidak-tahu (atau tidak-mau tahu) berusaha memaksakan kehendak merusak paugeran demi ego pribadi (nggugu sakarepe dhewe).

Itu juga alasannya kenapa kami tidak-diajarkan memakai budaya / busana tradisional secara sepotong-sepotong. Jangan-sampai kita jadi batu-sandungan : "Oh, kalau di kraton diajarnya (berbusana) seperti itu, to ..."

Disamping itu ... tiap Selasa-sore kami juga sudah diberi teladan oleh para Kanjeng dan abdi-dalem, dengan dolanan memakai pakaian-olahraga saja. 

Hanya di acara-acara tertentu saja kami diijinkan memakai busana pranakan atau kebaya kartini.


.

# Dolanan panah tradisional :

Jemparingan Mataraman gagrag Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menggunakan busur dan anak-panah dari bahan dari bambu dan kayu.

Bentuknya sederhana dan bisa dimainkan secara perseorangan maupun rame-rame bersama teman.

Di Kraton Jogja, anak-anak biasa bermain panahan tradisional ini di halaman Kagungan Dalem Bangsal Kemandungan. 

Seringkali saat kami bermain dolanan memanah, orang lalu-lalang lalu ingin mencoba. semakin banyak yang ikutan bermain .... suasana jadi tambah seru. 


# Jemparingan keraton



BACA : CARA BERMAIN JEMPARINGAN


... kembali ke AWAL, klik disini : JEMPARINGAN

Postingan populer dari blog ini

Cara Memanah Jemparingan

Istilah kata "Jemparingan" yg TIDAK-BANYAK Diketahui Orang ...

Teknik Memanah Jemparingan